Kamis, 30 April 2009

Pada Hujan Yang Rimbun




Sigit Hardadi



Pada hujan yang rimbun
apa tidak sebaiknya kita minum limun
sambil memaksa sedikiit untuk melamun
menghadap lurus ketimur
wajahku memang bagai rembulan tergusur
usia tanpa pelitur?


Pada hujan yang rimbun
rasanya umur hanya sekedar meluncur
pijakan demi pijakan
uban demi uban
keburukan demi keburukan
kebaikan demi kebaikan
siapa yang mengukur?


Pada hujan yang rimbun
pada keterasingan yang meraung
kelabat biji bertumbuh
kelabat pohon yang rubuh
hiruk pikuk bergaduh
sepi yang diam
menimba pada kelam
hanya anginkah profesor pemadam?


Pada hujan yang rimbun
siku siku yang mulai kurang santun
pundak pundak terasa beku
mata cenderung rabun
engsel engsel berkerak
mulut mulut berdahak
kuping ngang nging
seberapa banyak lidah racun itu kuminum?


Pada hujan yang rimbun
apa tidak sebaiknya kita minum limun
agar semua racun hidup minta ampun








Karawaci, 2009

Minggu, 26 April 2009

DULU, IBUKU...

Haryanto Corakh

Dulu, ibuku...
menyuapiku dengan petuah sederhana
bagaimana kelak aku bertarung
untuk sebuah harga kebenaran
yang dibandrol ketidakadilan

Dulu, ibuku...
membuaiku dengan timang dan ayun
agar aku punya pengalaman
untuk tidak selalu terbuai
mabuk kemenangan semu

Dulu, ibuku...
membimbingku dengan langkah pasti
agar tak sesat tentukan arah
untuk sampai ke tujuan
cita-cita berbudi

Dulu, ibuku...
mendukungku dengan lembut suaranya
agar nalarku berkerja
untuk tidak menjadi pongah
mengikis sikap anarkis

Sekarang, ibuku...
berada di setiap langkahku
suluh jiwaku
pantang menyerah dan kalah...

(Ibu memandangku dari atas langit, di mana ia telah menurunkan petuah dan
kebajikan untuk kulaksanakan hingga hari ini, tanpa henti...)


Pd Aren, Bintaro
ditulis bertepatan Hari Ibu, 22 Desember 2008

Jumat, 24 April 2009

Namanya Juga Silat Lidah : Silat Lidah Apa Sembelit Lidah?


Sigit Hardadi





Seperti apa tajamnya lidah
sehingga lebih tajam dari pisau
tapi apa sama bila
pisaumu setajam lidah?

Namanya juga silat lidah
banyak orang sengsara karena lidah
ada orang mati karena lidah
namun banyak juga orang bahagia lantaran lidah
kedustaan juga lidah berperan
mulut manis janji palsu semuanya gadungan
lidah punya urusan?

Namanya juga silat lidah
lantas apa sembelit lidah?
lidah yang sakit perut
main mata sama mulut
menugaskan bibir supaya gemetar
kuping dan hidung sama-sama tepekur
lidah membiarkan semua berjalan kumur-kumur
gigi dan gusi memilih mundur

Silat lidah apa sembelit lidah?
keduanya lebih tajam dari gergaji
dan bisa lebih empuk dari roti

Siapa biang dari semua ini
sehingga kita fitnah lidah
otak yang memberi perintah pada lidah
otak memerintahkan sederhana
meludah
apa yang dapat
kita rasakan bersama?


Seperti apa tajamnya lidah
sehingga lebih tajam dari pisau
tapi apa sama bila
pisaumu setajam lidah?



Karawaci, 2009

Koalisi ala Ndang

Ditengah kesibukan para politisi menyusun strategi koalisi, mas Barkah dalam
kapasitas Paranormal mendapat petunjuk dari Warok Suromenggolo. Petunjuk itu
kemudian dijabarkan dalam kalkulasi pasangan Presiden dan Wakil Presiden
sebagai berikut:
SBY - Megawati. "Enggak mungkin ... !" sanggah mas Atmo.
SBY - JK. "*Enggak mungkin *... !" sanggah Malau.
SBY - Wiranto. "Enggak mungkin ... !" sanggah Enggong.
SBY - Prabowo. "Enggak mungkin ... !" sanggah mas Ridho.
SBY - Akbar. "Enggak mungkin .... !" sanggah German.
SBY - Sultan. "Enggak mungkin ... !" sanggah Eddy SS.
"Terus gimana dounk ... !" mas Barkah kesal. Dalam petunjuk yang dia terima,
eyang Warok tidak menyebut nama Wakil Presiden. Mas Barkah mencoba membalik
pasangan.
Megawati - SBY, "Enggak mungkin ...!" sanggah mas Atmo.
JK - SBY. "Enggak mungkin ... !" sanggah mas Malau
Wiranto - SBY. "Enggak mungkin ... !" sanggah Enggong.
Mas Barkah baru membuka mulut mau mengatakan pasangan berikutnya, temannya
yang lain sudah berteriak saling bersahut.
*Enggak mungkin ... ! Enggak mungkin ... ! Enggak mungkin ... !*
*Nehi ... ! Nehi ... ! Nehi ... !*
*Wuuuuuuuuuuuusssss s ..... *Ndang muncul berbusana kebaya encim dengan
rambut disanggul.
"Masih Hari Kartini, Ndang ...?" sapa Malau sambil mentertawakan kebaya
encimnya Ndang.
"Ngentot loe ... "! Ndang marah-marah sambil mengeluarkan selembar kertas.
"Nih ... ! Surat Keputusan dari Kantor Ketuhanan ... !" Ndang melemparkan
kertas itu kemuka mas Barkah.
Diatas kertas itu tertulis bahwa Presiden dan Wakil Presiden adalah SBY -
AMIEN. Ditandatangani oleh Tuhan YME.
"Bener juga si Ndang " celetuk Malau.
"Apanya yang bener ?" mas Atmo heran dengan komentar Malau.
"Kata Amien, ikutilah dengan yang menang. Jangan ikut yang kalah, mubazir
... !" mas Barkah menjelaskan.
"Mungkin omongan Amien didengar Tuhan " German nambahi.
Kemudian mas Barkah mencoba bunyi kata pasangan SBY - AMIEN .
SBY ............ ... ! Teriak mas Barkah.
AMIEN ........ ! Jawab yang lain serentak.
Mas Barkah berulang-ulang meneriakan kata SBY dan berulang-ulang pula
diamini oleh yang lain.
"Cocok ... ! SBY akan diamin-amini ... !" komentar Malau.
*Hekz ... hekz ... hekzzzz .....* Loe semua pada begok ... ! Surat itu guwa
yang bikin.
*Wuuuuuuuuusssss ....... Ndang terbang kelangit. *
**
*MUSTIKABIRU*
The House of Blue Light
www.ombakdurenew. blogspot. com

Kamis, 23 April 2009

ANTARA LIVERPOOL - DJAKARTA

Ariana Pegg


Beatles tjintaku,
Setiap kali kudengar lagu lagumu
Aku selalu tertegun dan berpikir
Alangkah pandainja kau mengarang lagu
Alangkah indahnja kau membuat sjair

Oh Beatlesku jang berbakat,
Kau pemberi gairah
Kau pemberi semangat
Kala aku merasa susah
Kala aku merasa penat

Beatles, aku pertjaja
Liverpool tak pernah ngibul
Djakarta tak pernah dusta
Bahwa kau lahir dan berkumpul
pertama di Liverpool
Bahwa penggemarmu berdjuta-djuta
termasuk di Djakarta

Beatles si Empat Besar,
Walau kini kau sudah bubar
Aku tetap setia sebagai penggemar
Aku tetap setia mendjadi pendengar
Aku tetap setia mentjari kabar
Tentangmu: Lennon, Mc Cartney, Harrison dan Starr !


Ar_Peg ‘72
Dari my BH- Feb 1972

Note 2009:

Puisiku di atas pernah di muat di Majalah/Bulletin “IBS” SMAN4 Jkt sekitar th 1973 dengan judul "Ode Buat Beatles", dibawah nama samaranku “Abi Cudefo”.
Beberapa bulan setelah terbitnya puisi itu di IBS, ada bbrp majalah sekolah lain yg mengutipnya, namun tanpa disertai sumber & nama pengarangnya, alias diplagiat begitu saja!!!

Rabu, 22 April 2009

SUHU POLITIK MEMANAS

Di salah satu sudut Warung Kopi Taman Ombakduren berkumpul para pengamat politik.
Mereka bukan pengamat politik profesional yang sering muncul di TV.
Mereka hanya sekedar mengamati berita-berita politik di TV.
Diantaranya ada mas Barkah, mas Atmo, German Nan Biasa, Mustikamalau dll.
"Sepertinya suhu politik memanas nih " komentar Mustikamalau yang getol nonton TV.
"Enggak juga " sahut mas Atmo.
"Panas ...! Lihat aja semua orang pengen jadi Presiden " Mustikamalau ngotot.
"Kalau semua jadi Presiden terus rakyatnya siapa ?" mas Barkah nimpali.
"Rakyatnya orang miskin yang enggak punya duit " mas Atmo nambahi.
"Orang kaya pada jadi anggota DPR. Yang enggak kepilih masuk Rumah Sakit Jiwa ..." German mulai angkat bicara.
"Betuuul ... ! Sebagian lagi ngamuk-ngamuk terus stres ...!" Mustikamalau enggak mau kalah menghujat.
"Ah ... itu kan cuma sandiwara " mas Atmo tidak sependapat.
"Sok tau loe ... !" teriak yang lain bareng.
Wuuuuuuuuuuusss ... Ndang muncul berbusana Kebaya.
"Ngapain loe pakai kebaya " tanya mas Barkah.
Ngentot loe .. ! Tanggal 21 April kan Hari Kartini
Ndang terbang kembali ke langit....................




POTRET REPUBLIK

Sehabis Pemilu yang hiruk pikuk dan menjengkelkan.
Rakyat Republik Ombak Duren makin pusing.
Hidup sehari-hari yang sudah sulit makin diperkeruh oleh kelakuan para
politisi.
Setiap saat rakyat disuguhi tontonan TV yang bikin jengkel.
Kalau bukan mempertontonkan kelakuan Caleg stres.
Siaran TV mepertontonkan orang bertengkar rebutan suara dan berebut
kekuasaan.
Orang yang menamakan dirinya kaum politisi itu mengatakan bahwa mereka
sedang memperjuangkan nasib rakyat.
Katanya, manuver politik yang mereka lakukan demi kepentingan bangsa dan
negara.
Dalam sebuah Talk Show TV beberapa orang selebritis Ombakduren berdebat.
"*Kita memperjuangkan nasib rakyat kecil* " kata seorang selebritis yang
nyaleg.
"*Anda tau dari mana penderitaan rakyat kecil* ?" tanya sang presenter.
"*Saya banyak melihat orang miskin minta-minta dijalan* *raya* " jawab sang
selebritis.
"*Memahami penderitaan rakyat bukan melihat dijalan raya. Memahi penderitaan
orang kecil adalah sebuah proses empirik* !" kata Mustikamalau yang
bertindak sebagai nara sumber.
"*Maksud anda apa * ?" tanya seorang selebritis yang teteknya nongol sebelah
sambil netekin anjing Chihuahua kesayangannya.
"*Bagaimana anda bisa memperjuangkan suatu penderitaan jika anda tidak
pernah mengalaminya* " Mustikamalu menjelaskan.
"*Ah, itu seh enggak penting* ..!" komentar salah satu selebritis yang
duduknya ngongkong dan celana dalamnya tampak menantang siapa pun yang
melihatnya.
"*Nasib manusia ditentukan oleh Tuhan. Kaya atau miskin, rakyat hidup senang
atau menderita bukan urusan kita* .....!" kata selebritis yang lain.
"*Yaaaa ... itu urusan masing-masing manusia dengan Tuhannya ...*!" tambah
seorang selebritis yang berprofesi sebagai pelawak.
"*Terusss ... Tanggung jawab anda-anda apaaaa ..*.. ?" Mustikamalau mulai
kesal.
"*Kita seh cuma nyaleg aja. Tau-tau jadi anggota DPR. Lain-lain bukan urusan
kita* ...!" jawab selebritis yang lain.
"*Jika tidak terpilih, bagaimana * ?" Mustikamalau mengejar dengan
pertanyaan lain.
"*Emang guwa pikirin .*.... !" jawab para selebritis serempak.
"*Bagus ... ! Ternyata anda-anda jujur* " pikiran Mustikamalau mulai stres.
"*Kita memang mengutamakan kejujuran dan ketidakpedulian ..*. " kata para
selebritis serentak dengan gamblangnya.
"*Ah yang beneeee*r ..? *Oke tuh* ... !" Mustikamalau garuk-garuk kepala.

Mas Barkah dan mas Atmo yang sedang nonton TV terheran-heran.
"*Mustikamalau kok bisa jadi pengamat politik *?" mas Atmo ragu-ragu dengan
kemampuan Mustikamalau menganalisa situasi poliitik yang berkembang.
"*Dia itu kandidat Doktor Ilmu Politik di Fakultas Politik Ombak Duren* "
mas Barkah menjelaskan.
*Ooooo ... pantes, sama-sama stres.*

Mustikabiru
The House of Blue Light
www.ombakdurenew.blogspot.com

SAJAK LALAT HIJAU






SAJAK LALAT HIJAU - Maret 1978
Ariana Peggy




Seekor lalat hijau berputar putar di udara
nguung..nguung.. bunyinya
Penjaga warung pucat pasi mendengarnya
"Alamat tidak baik, pengunjung akan sepi"
Segera ditutupnya segala juadah dengan
lembaran lembaran koran

Lalat hijau meninggi menjauh
Di mana-mana aku ditolak orang, keluhnya
Padahal telah kucuci kakiku bersih bersih
Dengan sabun anti kuman
Serta wewangian penyegar badan

Lalat hijau kembali ke pangkalannya
Di ujung sebuah parit dekat onggokan
sampah, sumber menunya sehari hari
Tak jadi merayakan ulang tahunnya

peg78
Note: sajak ini pernah dimuat di majalah Stop sekitar th 1978..tanpa saya berani mengambil honornya..(takut pulangnya diikutin tekek :-)) nama samaranku lupa, mungkin "Siti Asekar" ...walahh...

Catatan2 lainku di lembar BH Maret 78 tsb:

*warna favorit bulan maret ini adalah hijau

*lalat hijau adalah jenis hama yang telah melanda ladang dan sawah2 demokrasi negara kita

*SU MPR..pilihlah saya....
AWASSS...kalau kagak..!!

*Ditangkep lalet hijau di Terminal Manggarai
HUH...!! gue kagak respek ama luh
Kok ngeliat kita2 kayak ngeliat ja'ing aja
mana arti sebangsa & setanah air yang biasa dikecapin ama pemimpin luh?!
================================================

Yeahh begitulah ..masa itu 1978..suasana di tanah air sedang tegang karena ada tanda2 mahasiswa mau bergolak lagi, sehingga kampus kampus diserbu tentokar
pada tgl 8 Maret '78 di BH-ku tertulis begini:
" berkunjung ke SMA IV.. pita item di lengan...hebatt dik!
tau2 digrebek...matik aku!
Eh kampus juga di INtip TELor lho...intel melayu!"

COWBOYS JAMMING


Pagelaran "kecil" musik country akan di selenggarakan tanggal 28 April 2009 dengan tema "COWBOYS JAMMING" di MAMA'S GERMAN RESTO jalan PROF EYCKMAN 3 BANDUNG. nanti disana ada 3 grup band dari 3 genre yang berbeda.ada DITTO DITTI, PENJAGA GAWANG dan juga BANDUNG BLUEGRASS ALLSTAR.
Akan ada juga jam session buat para musisi. Ajang ini akan menjadi ajang gathering para musisi country...yihaaaaa....

3 Harinya EMIR YUSUF PANE



Pada tanggal 19 April pukul 01.20 WIB, telah berpulang Ke Rahmatullah, Abang dari Yanti Pane yang merupakan Abang Ipar Saya, EMIR YUSUF PANE di Cisarua, Almarhum saat itu sedang hadir dalam rangka acara Reuni eks SMA 7, Rupanya Acara reuni yang digagasnya itu merupakan pertanda kepergiannya....Ia ingin bertemu dengan kawan2 lamanya. Emir terkena serangan jantung, Inallilahi Wa Innallilahi Rojiun....semoga Almarhum mendapat tempat yang layak disisiNya, amien

Selama 3 Hari di kediaman keluarga Pane di Jalan Howitzer diadakan acara TAZIAH untuk mendoakan Almarhum. Emir Yusuf Pane meninggal dalam usia 48 Tahun.








Selasa, 21 April 2009

KARTINI DULU DAN KINI

Elizabeth Luther










Wanita dulu lemah dan terjajah
Pria minta apa tak pernah dibantah
Wanita bodoh tak kenal bangku sekolah
Kartini ingin kaumnya berubah

Kartini masa kini semakin pintar
Sekolah tinggi tuk mengejar gelar
Mengguncang jagad hingga bergetar
Pria pun terdesak mulai gemetar

Kartini... oh, Kartini...
Harum namamu tak tercium kini
Julukanmu bukan lagi putri sejati
Yang tersiar justru penjajah lelaki

Kartini masa kini terlihat gagah
Kodrat wanitanya sering terbelah
Karier melambung keluarga pecah
Ada di rumah mulai tak betah

Kartini... oh, Kartini...
Meski posisimu pejabat tinggi
Mestinya kau tetap rendah hati
Tanpa harus merendahkan diri

OK, Kartini...???



Karawaci,
21 April 2009

Komunitas Jazz Kemayoran 5th Anniversary Party


Lima tahun lalu, beberapa ‘penggila’ jazz yang tinggal di Jakarta , sepakat berkumpul bersama di sebuah rumah daerah Kampung Irian, di pinggir kali Sunter, Kemayoran. Tidak ada ide muluk-muluk, atau budget event yang melimpah, hanya satu tujuan mereka: berkumpul untuk ngobrol bersama, sekadar kongkow, membicarakan kecintaan mereka bersama pada musik jazz.

Pertemuan tersebut ternyata berjalan secara rutin. Dari hanya segelintir orang, hingga lama-lama mencapai jumlah ratusan orang, sampai harus pindah ke lokasi yang lebih besar. Dari sekadar menikmati CD-CD jazz koleksi masing-masing sambil diakhiri dengan jam session, hingga menggelar konser kecil sambil melakukan workshop-workshop jazz. Dari sekadar komunitas penikmat, penggila, hingga musisi jazz muda, kini berkembang dan melahirkan banyak band dan musisi jazz baru, event organizer untuk jazz, acara jazz di radio-radio Jakarta, album kompilasi jazz Indonesia, memecahkan rekor konser jazz terlama, dan lain-lain.

Tak terasa, sudah lima tahun usia komunitas yang kemudian menamakan dirinya sebagai Komunitas Jazz Kemayoran ini. Dan demi melestarikan semangat ’jazz untuk semua’ yang secara konsisten di gaung-gaungkan Komunitas Jazz Kemayoran, kami pun bermaksud merayakan ulang tahun secara sederhana dengan mengusung tema ’How Jazz Are You’. Tema yang tak lain merupakan ajakan bagi semua orang untuk lebih mencintai, mengekplorasi, sekaligus berkarya atas nama semangat ’jazz untuk semua’.

Acara tersebut akan digelar:

Tanggal : Sabtu, 25 April 2009

Waktu : 09.30 WIB sampai dengan selesai

Lokasi : Kandank Jurank Doank, Kampung Sawah (dekat Bintaro

sektor 9), Ciputat

Agenda : -

- workshop jazz

- penampilan lebih dari 20 band yang lahir dari KJK, dari berbagai sub-genre dalam jazz

- penayangan film-film jazz

- jazz quiz berhadiah

- jazz bazaar

- jam session

Free of charge!


Salam
Komunitas Jazz Kemayoran
* www.kjk.web. id
* groups.yahoo. com/group/ Komunitas_ Jazz_Kemayoran

Senin, 20 April 2009

SBY Amien

Sore itu mas Barkah dan mas Atmo sedang ngopi di Ohlala Cafe. Mereka bicara ngalor ngidul sampai akhirnya bicara tentang politik "Menurut penerawangan guwa dan kisikan Eyang Warok Suromenggolo, SBY akan ngajak Amien Rais jadi Wapresnya " kata mas Barkah membuka wacana politik. "Sok tau loe ...!" mas Atmo membantah. "Menyatunya SBY-Amien memang masih banyak ganjelan " mas Barkah meneruskan. "Ngarang loe ... !" sela mas Atmo. "Tetapi jika mereka dapat meyatu, Indonesia dapat pemimpin yang pas ..." mas Barkah nyerococs terus tidak peduli dengan bantahan mas Atmo. "Semakin ngarang ...!" mas Atmo terus membantah. "Coba kamu simak ini. Jika ada yang teriak SBY ... ! Jawabannya Amien ... !" pas sekali karena SBY akan diamin-amini orang banyak. "Makin sok tau ... !" mas Atmo terus ngeyel. "Ayo kita taruhan. Loe mau pegang pasangan yang mana ... ?" mas Barkah menantang. "Tapi Amien kan pernah nyalon jadi Presiden tapi enggak kepilih ..." mas Atmo mengingatkan masa lalu Amien. "Enggak penting banget " sanggah mas Barkah. "Kalau enggak kepilih, gimana ?" mas Atmo terus menyangkal. Emang guwa pikirin, kata mas Barkah sambil ngeloyor pergi.

MUSTIKABIRU

The House of Blue Light

www.ombakduren.blogspot.com

PARTAI BIRU



Sore itu mas Barkah duduk di teras rumah sambil menonton siaran Televisi.
Dia sedang mengikuti perhitungan contreng Pemilu.
Dia agak heran, kenapa pemenangnya Partai Biru.
Bukan masalah contreng mencontrengnya.
Tapi kok namanya jadi Partai Biru dari Generasi Biru dengan jimat Mustika Biru.
Emang gua pikirin, kata mas Barkah dalam hati.
"Mah. bikinin kopi ...!" mas Barkah berteriak pada istrinya yang ada di dapur.
Remote TV dipencet dan channel pindah ke saluran TV lain yang sedang menyiarkan
kisah Ibu Kartini.
Disitu dijelaskan, bahwa ibu Kartini punya kakak laki2 namanya Kartono.
Bener kan namanya Kartono, kata mas Barkah dalam hati.
Mas Barkah kemudian menghirup kopi yang dihidangkan istrinya.
"Cueeeh ... ! Kopinya pahit ... ! " teriak mas Barkah.
"Bikin yang manis !" minta mas Barkah kepada istrinya..
Dia kembali memperhatikan siaran TV.
Mas Barkah teringat lirik lagu Ibu Kartini.
Ibu kita Kartini, Harum namanya ...
Berarti Harum adalah nama asli ibu Kartini, kata mas Barkah dalam hati.
Narasi siaran TV menjelaskan bahwa Ibu Kartini putri seorang Bupati.
Dijelaskan disitu, ayahnya seorang duda dengan selir 3 orang.
Lho ... kok punya selir disebut duda, kata mas Barkah dalam hati.
Emang gua pikirin, mas Barkah cuek.
Mas Barkah menghirup kopi yang baru dihidangkan istrinya.
"Manis sekaleee ... ! " teriak mas Barkah.
"Coba kamu tiru ibu Kartini. Bikin kopi buat suami rasanya pas .. ! " mas Barkah ngajari..
Istrinya mengambil cangkir kopi dan ...
Suuuuuuuuuur ..... mas Barkah disiram kopi panas.
Aduh ... aduuuh ... aduuuuuh ... teriak mas Barkah.
"Enggak perlu kartini-kartinian ... !" teriak istri mas Barkah marah.

Mustikabiru
The House of Blue Light
www.ombakdurenew.com

Sabtu, 18 April 2009

The UPSTAIR



The Upstairs Punya Basis Penggemar di Malaysia
Oleh
John Joseph Sinjal

Jimi Multhazam (Jimi Danger), Andre Idris, Beni Adhiantoro, Alfi Chaniago, Dian Maryana dan Adink Permana memakai perhitungan yang berani dalam meladeni selera industri pop. Sebagai personel The Upstairs yang corak musiknya berbeda ketimbang mayoritas kelompok band di negeri ini, mereka kini merintis jalur serta wilayah penjualan yang pasti.
Kecenderungan peluang lain yang diambil The Upstairs adalah merilis album terbaru, Magnet! Magnet! di Kuala Lumpur, Malaysia pertengahan Maret lalu. Alasannya sangat jelas, kata personal manager Wendi Putranto, karena Upstairs memiliki basis penggemar yang lumayan besar di Malaysia…….

Doa sebelum Makan

Pada suatu kunjungan kesebuah negara di benua Afrika. Masa Barkah mendapat kesempatan tour safari melihat habitat Singa. Saking asiknya melihat Singa di habitat aslinya. Mas Barkah terpisah dari rombongan. Seekor Singa dewasa yang menyeramkan pelan-pelan mendekatinya. Singa itu mengaum dengan keras membuat bumi bergetar. Mas Barkah terkejut dan langsung mengambil langkah seribu. Singa itu pun tidak kalah gesit mengejar mas Barkah. Kejar-kejaran itu pada akhirnya berhenti di mulut jurang. Mas Barkah berdiri dibibir jurang dan Singa jongkok tak jauh darinya. "Ya Tuhan .. ! Selamatkanlah aku dari terkaman singa " doa mas Barkah. Singa itu pun ikut berdoa. Mas Bakah terheran-heran melihat Singa ikut berdoa. "Kok eloe ikut-ikutan berdoa ?" tanya mas Barkah pada Singa. "Gw memang berdoa. Doa sebelum makan, begok ..! " jawab Singa dengan berangnya. Mas Barkah pun langsung jatuh pingsan.

Mustikabiru
The House of Blue Light

www.ombakdurenew.blogspot.com